Ini Sektor Industri yang Diuntungkan Saat Dolar AS Tembus Rp 14.000
Training

Ini Sektor Industri yang Diuntungkan Saat Dolar AS Tembus Rp 14.000

Ini Sektor Industri yang Diuntungkan Saat Dolar AS Tembus Rp 14.000mesinkemasan.co - Nilai tukar rupiah terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Lemahnya rupiah tidak melulu bikin repot, ada beberapa sektor usaha yang malah diuntungkan.

Mereka adalah usaha yang berorientasi ekspor, alias pemasukannya dalam bentuk dolar AS. Industri apa saja?

"Yang paling banyak terasa itu di sektor jasa. Jasa konsultan atau jasa airlines. Itu mereka dapat dolar, cost-nya mereka rupiah, apalagi avtur sekarang lagi murah," tutur Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani.

Selain itu, lanjut Hariyadi, industri yang bisa kejatuhan durian runtuh ini contohnya adalah industri garmen dan alas kaki. Yang mana produknya banyak diekspor.

"Itu pun nggak terlalu banyak. Yang terkait ekspor juga masih untung, garmen sepatu ada tapi marjinnya kecil," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia, Eddy Wijanarko mengatakan, dalam jangka panjang, industri alas kaki memang diuntungkan dengan kondisi dolar AS yang terus menguat, karena barang yang diekspor pun dibayarnya menggunakan dolar AS. ‎Namun, keuntungan itu justri bisa berbalik karena ada bahan baku yang masih diimpor.

"Iya mungkin secara long run itu bisa benar ya. Artinya 6 bulan ke depan bisa benar. Dengan kenaikan dolar ini kita ada kendala bahan baku, bahan baku itu minta pakai dolar, harus cash," tutur Eddy.

Sektor industri lain adalah industri mebel dan furniture. ‎Wakil Ketua Umum Asosiasi Mebel Indonesia Rudy Luwia, menguatnya mata uang dolar terhadap rupiah tak bisa benar-benar dinikmati jika pengusaha tak menerapkan strategi bisnis yang tepat.

Sebab, di tengah penguatan dolar AS, ‎yuan pun mengelami devaluasi yang menyebabkan produk ekspor asal China menjadi lebih kompetitif.

"Memang ini kesempatan baik. Tapi kita jangan terlena dengan situasi ini. Kita harus bersaing dengan China, akan ada kompetisi. PR kita masih banyak," katanya.

Read More
Hilirisasi Industri Diperkuat
Training

Hilirisasi Industri Diperkuat

Hilirisasi Industri Diperkuatmesinkemasan.co - Pemerintah akan memperkuat hilirisasi industri dalam negeri. Langkah ini dilakukan guna mengurangi ketergantungan impor bahan baku industri.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Syarief Hidayat mengakui, selama 70 tahun kemerdekaan Republik Indonesia industri dalam negeri memang masih bergantung impor. Namun, ketergantungan ini tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan setiap negara.

"Sebetulnya begini, kalau ketergantungan dari luar negeri, tidak ada satu negara pun yang tidak tergantung. Semua saling mengisi," ungkap Syarief di Jakarta kemarin.

Dia menambahkan, Indonesia memiliki sumber daya alam yang berlimpah namun selama ini hanya dijual secara mentah. Untuk itu, pemerintah bertekad agar bahan mentah yang ada di dalam negeri bisa untuk memasok industri dalam negeri.

"Dulu kan bauksit kita ekspor, diolah. Nanti kita akan olah di sini menjadi alumina kemudian menjadi aluminium. Aluminium akan kita olah menjadi yang bahan akhir,"ujarnya.

Syarief melanjutkan pemerintah ingin menjadikan sumber daya alam serta minyak dan gas (migas) sebagai modal pembangunan. Strategi itu diharapkan menguntungkan dalam jangka panjang. "Memang awalnya kita investasi tapi jangka panjang akan dapat banyak sekali," jelasnya.

Syarief mengurigkapkan, terkait energi untuk kebutuhan industri, Kementerian Perindustrian sudah berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Sementara, Menteri Perindustrian Saleh Husin mengatakan, pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk mencapai target pertumbuhan industri di kisaran 6,3-6,8% hingga akhir tahun ini. Salah satu caranya adalah berkoordinasi lintas sektoral, lintas kementerian dan pelaku usaha, sehingga kebijakan yang diambil sesuai dengan keinginan pemerintah.

"Walau ekonomi turun, investasi di industri naik cukup besar. Ini ada harapan positif bahwa ke depan ekonomi kita akan lebih baik," ujarnya.

Saleh menambahkan, adanya devaluasi mata uang yuan memang berdampak ke Indonesia. Hanya, hal itu tidak hanya terjadi di Indonesia tetapi juga ke negara lain.

Read More
error: Content is protected !!
Need Help? Chat with us