umum

Akibat Air yang dikonsumsi Memiliki pH Terlalu Tinggi

Posted On November 14, 2019 at 7:57 am by / No Comments

Belakangan ini banyak dijual di masyarakat air alkali dengan kandungan pH yang tinggi mendekati 9 dalam berbagai merek.

Bila dikonsumsi secara teratur, air tersebut diklaim dapat menyeimbangkan kelebihan asam pada tubuh dan menyembuhkan berbagai macam penyakit, seperti stroke, asam urat, ginjal, liver, darah tinggi, kolesterol, diabetes, masalah asam lambung, kanker, tumor, menyehatkan kulit, dan lain-lain.

Tentang pH
pH merupakan indikator tingkat asam atau basa pada air yang dinilai dengan skala 0-14. Air yang netral alias tidak basa maupun asam memiliki kandungan pH sebesar 7. Air asam memiliki pH kurang dari 7 dan air basa lebih dari 7. Setiap angka ini menggambarkan perubahan derajat asam/basa sebesar 10-kali lipat. Jadi air dengan pH lima sepuluh kali lipat lebih asam daripada air dengan pH enam.

Kadar pH dalam air sangat dipengaruhi oleh kandungan kimia di dalamnya. Oleh karenanya, pH sering digunakan sebagai indikator apakah air tersebut mengalami perubahan kimiawi atau tidak. Air dengan pH yang terlalu tinggi atau terlalu rendah, masing-masing memiliki efek samping. Air yang sangat asam dapat menimbulkan korosi atau bahkan menghancurkan logam. Sedangkan air yang terlalu basa biasanya terasa pahit dan dapat menimbulkan endapan yang melapisi pipa dan alat perkakas.

Kadar pH air minum umumnya adalah 6 sampai 7. Namun ada juga air minum dengan tingkat pH yang lebih tinggi, yaitu 8 sampai 9. Air minum seperti ini disebut juga sebagai air alkali. Beberapa orang percaya bahwa air alkali dapat menetralkan asam dalam tubuh.

 

Pendapat Dokter 
Dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Ari Fahrial Syam, manfaat air alkali yang dibuat dengan pH basa ini sebetulnya belum evidence based atau belum teruji secara ilmiah. Jadi saran dia, sebaiknya kita tidak langsung percaya dengan berbagai macam klaim yang dijanjikan.
“Saya meragukan khasiatnya (air alkali) karena memang belum teruji secara ilmiah, apapun itu mereknya. Justru sebenarnya kita harus berhati-hati dengan zat yang ditambahkan untuk meningkatkan pH air tersebut. Kalau komponennya itu berbahaya, yang terjadi malah bisa memberikan efek samping dan membahayakan kesehatan,” kata Ari Fahrial Syam kepada Beritasatu.com di Jakarta, Minggu (11/1/2019).

“pH yang tinggi tidak dapat diklaim akan memberikan khasiat tertentu. pH air murni itu sekitar 7, itu yang baik. Kalau sudah di atas 9, itu kan basa sekali dan justru bisa merusak struktur lambung. Tubuh itu kan sudah punya keseimbangan semua. Kalau kita mengubahnya, pasti akan terjadi sesuatu yang buruk. Jadi baiknya yang wajar saja lah,” kata dia.

Klaim air alkali dapat menetralkan asam lambung juga dipertanyakan Ari Fahrial. Karena sesungguhnya asal lambung itu sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk membunuh kuman dan membantu proses pencernaan.

“Air dengan pH yang baik adalah yang tidak mengubah komposisi pH asam lambung yang berkisar antara 1-2. Itu memang kita butuhkan untuk membunuh kuman dan mencerna makanan. Kalau memang sakit karena asam lambungnya berlebihan, sebaiknya ya ke dokter supaya diberi obat menetralkan asam lambung. Itu pun tidak boleh digunakan dalam jangka panjang karena bisa membahayakan fungsi lambung. Kalau sudah mencapai target ya harus diberhentikan,” jelasnya lagi.

Sisi lain, website hellosehat mengungkap bahwa para ahli menemukan bahwa air minum dengan pH 8+ kaya akan bikarbonat dan kalsium. Dua kandungan tersebut bermanfaat untuk membantu menghambat proses resorpsi tulang sehingga tulang Anda tetap kuat dan sehat.

Meski begitu, ini bukan berarti air minum pH 8+ bisa mencegah osteoporosis, ya. Para ahli masih membutuhkan analisis dan studi lebih lanjut untuk membuktikannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
Need Help? Chat with us